BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Pengucilan kerap terjadi di kehidupan remaja. Pengucilan terjadi disebabkan oleh perbedaan fisik, kepribadian, ekonomi dan sosial. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena setiap manusia khususnya remaja, mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Orangtua yang terlalu memanjakan maupun terlalu keras dalam mendidik anaknya juga dapat menjadi peyebab terjadinya pengucilan. Begitu juga dengan media yang banyak menayangkan tontonan kekerasan.
Pengucilan sangat merugikan dan berdampak buruk bagi remaja, karena pengucilan dapat menghambat pertumbuhan remaja secara fisik maupun psikis. Pengucilan juga dapat mengganggu mental remaja yang dapat mengakibatkan trauma. Selain itu, pengucilan juga dapat membuat kesehatan dan prestasi remaja menjadi memburuk. Hal ini tentu saja sangat merugikan bagi remaja, apalagi remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan masa transisi.
3.2 Saran
Berdasarkan penulisan karya tulis ilmiah (KTI) di atas, penulis menyarankan :
1. Hendaknya orangtua meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya di rumah.
2. Orangtua dan guru hendaknya bekerjasama untuk menanggulangi pengucilan dan mendeteksi dini pengucilan agar kegiatan belajar di sekolah menjadi lebih nyaman.
3. Hendaknya guru menjalin komunikasi yang efektif dengan remaja.
4. Guru hendaknya memberi kebebasan kepada remaja untuk berkomunikasi.
5. Remaja hendaknya tidak melakukan pengucilan dan menjalin pertemanan dengan remaja lain, dengan begitu kegiatan belajar di sekolah menjadi lebih nyaman.
6. Apabila dikucilkan, remaja hendaknya tidak perlu takut dan gelisah. Jadilah diri sendiri dan tingkatkan semangat belajar sehingga dapat mengukir prestasi.
Demikianlah karya tulis ilmiah (KTI) ini penulis paparkan. Mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagi penulis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar